#1 Bab2
Empat Tahun
Sudah empat tahun lamanya aku menginjakkan kaki di negeri ini, aku hidup bersama seorang wanita tua yang membawaku dari pelabuhan dimana aku tak tau lagi harus kemana yang saat ini sudah menjadi orang tua angkatku, hingga sekarang aku menjadi pemuda yang sudah berkebangsaan Indonesia, serta dapat membaca, menulis, serta mengerti Bahasa Indonesia, walaupun aku sendiri tidak bisa membaca serta menulis tulisan dari Negara asalku.
Empat tahun lamanya aku mulai belajar tentang segala hal tentang pelajaran demi mengejar ketertinggalanku saat masih berada di negeri asalku. Aku belajar dari guru-guru les yang didatangkan oleh orang tua angkatku, buku-buku perpustakaan lama yang terletak di depan persis rumahku, televise, hingga internet. Mulai dari matematika, pengetahuan alam, maupun sosial. Sekarang aku sudah menjadi anak berpendidikan, dan siap untuk mengenyam pendidikan formal tanpa tertinggal satu kelas pun.
Kini, berselang empat tahun dari seorang anak terlantar aku sudah menjadi seorang murid dari salah satu SMP swasta yang memiliki populasi ras sejenis denganku di kota ini. Diriku yang tidak memiliki ijasah SD membuatku hanya bisa memasuki SMP swasta dengan sedikit kongkalikong dengan pihak sekolah. Tapi disini aku sudah bertekad agar menjadi anak yang dapat membanggakan Negara dimana tempat aku lahir, dan juga Negara dimana tempat aku tinggal. Buku demi buku sudah aku baca, pelajaran hidup sudah aku dapatkan, tapi hanya satu yang belum aku dapatkan disini, teman.
Aku saat ini sudah menjadi seorang anak yang pandai disekolahku. Pikiran bahwa aku bisa melakukan segalanya mulai melintas dipikiranku, aku mulai berpikir bahwa semua orang pasti membutuhkanku, tapi aku tidak membutuhkan orang lain. Tapi ternyata pemikiranku salah, cara berpikirku yang seperti itu membuatku mulai dijauhi teman-temanku. Sifatku yang cenderung egois menjadi jurang pemisah antara aku dan temanku, dan seperti yang aku takutkan, aku menghabiskan saat-saat sekolah pertamaku tanpa teman dekat disampingku. Sendiri meninggalkan kenangan-kenangan pahit bersama masa-masa SMP ku.








0 Response to "#1 Bab2"
Posting Komentar