#2 Bab4
Masa SMA
Kurang berhasilnya dalam masa peralihan SD ke SMP memang sempat beberapa kali menjadi momok untukku, tapi sekali lagi ibuku, orang yang sempat aku buat kecewa, selalu memberikan aku motivasi serta semangat-semangat padaku, dan setelah memperbaiki diri pada tiga tahun masa SMPku, kini aku menyelesaikan ujian akhir dengan sangat sukses, dan diterimalah aku di salah satu SMA negeri favorit di sekolah ini, walaupun aku sempat merasa gagal di kesempatan sebelumnya. Tetapi ada sedikit kebanggaan dalam hidupku, sebagai seorang anak, uang hasil lombaku yang menjadi modal usaha ibuku kini sangat bermanfaat. Dengan uang itu kini ibuku dapat memiliki kios sendiri yang bisa dibilang besar, dan keadaan ekonomi keluargaku pun berangsur-angsur membaik.
“Masa SMA adalah masa yang paling indah”, mungkin hal ini sudah tidak asing lagi di telinga kita, yah al ini memang benar, dan aku sudah membuktikannya berkali-kali. Mungkin sebenarnya hal yang aku rasakan bukan cinta yang sebenarnya. Kagum, mungkin kata ini lebih tepat. Diawali dari seseorang yang aku kagumi semenjak aku berada di SMP, hingga aku berada di tahun pertama SMA ini, namun hal ini kandas ditengah jalan. Selanjutnya aku mulai beralih level, kini aku lebih mengagumi guru-guru, dari guru fisika yang berkharisma, hingga guru olahraga yang sudah cukup umur pun tak lewat aku kagumi, memang bagiku semua lelaki memiliki kharisma masing-masing yang tak dimiliki oleh mahluk laki-laki lainnya.
Sudah cukup berkelana di pesona kehidupan pria dewasa, kini aku kembali pada yang sewajarnya, cowok remaja. SMA ini sebenarnya aku memiliki seseorang yang sangat special, dia adalah cowok yang bisa dibilang memang tipeku. Lebih baik kita beralih topik ya kawan, setahun menceritakan dirinya pun mungkin takkan cukup untukku (untuk lebih lanjut baca di konten 16 tahun keatas).
Kawan, di SMA ini aku mendapatkan banyak hal. Mimpi, itulah kunci teman-temanku disini. Mereka memiliki banyak sekali mimpi di angan mereka, dan inilah yang aku pelajari disini. Hal kedua yang aku pahami disini adalah persahabatan. Aku yang di SMA ini tak memiliki kawan lama, bahkan sudah pesimis tidak mendapatkan teman, memang aku yang sekarang tidak lagi seperti aku yang dulu lagi, saat ini mentalku sudah tidak stabil lagi. Namun disini banyak sekali kawan-kawan yang siap mengangkat saat aku jatuh, disini mereka hidup dengan berdampingan, sangat berbeda jika dibandingkan dengan sekolah lain.
Masa SMA memang terlalu singkat jika kita benar-benar menikmatinya. Tak terasa waktu berjalan begitu kencangnya. Kini aku sudah menjadi salah satu alumni almamater tersebut. Seluruh temanku lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, mereka masuk di jurusan-jurusan yang mereka inginkan, mulai dari tehnik, hingga hukum. Begitu pun aku, akhirnya aku dapat masuk di salah satu jurusan tehnik di institute ternama di kota ini. Inginku masuk di institute terbaik di negeri ini yang terletak di bagian barat pulau tempat aku tinggal, namun kodrat perempuan yang tak bisa aku lawan. Aku harus tetap berada di kota ini untuk tetap membantu ibuku.








0 Response to "#2 Bab4"
Posting Komentar