#2 Bab5

Tresna Marga Kulina

Sekolah, kuliah, bekerja, berkeluarga. Inilah yang menjadi pedoman hidup tiap insan di muka bumi ini tak terkecuali aku. Kini aku yang sudah semester akhir di kuliah sudah siap untuk bekerja dan mencari pendamping tentunya.

Keluar dengan nilai yang baik menjadi modal untukku, apalagi ditunjang dengan skill PR (Public Relation) yang memang sudah aku asah sejak kecil dengan membantu ibu di toko. Sekarang, aku hanya perlu mencari suatu perusahaan yang memiliki prospek yang bagus untuk karirku. Kunyalakan ponsel, hanya dengan mengetikkan nama perusahaan, kini aku mendapatkan beribu nama perusahaan di genggamanku, betapa praktisnya kawan. Aku meneliti setiap kata yang dituliskan pada tiap-tiap web, mencari tahu tentang apa yang dibutuhkan pada tiap-tiap perusahaan, dan akhirnya aku dapat menyimpulkan suatu hal-kini, tiap perusahaan menginginkan pegawainya dapat berbahasa Inggris. Di jaman seperti ini, mampu bahasa Inggris memanglah bukan hal yang spesial untuk mencari kerja, karena itu aku yang belum bisa berbahasa Inggris dengan cukup lancar mencari jalan lain untuk mencari pekerjaan-bahasa asing kedua. Bahasa asing kedua, inilah salah satu hal yang dapat memutar otak berkali-kali bagi tim penyeleksi pegawai walau orang yang ia seleksi mendapatkan nilai yang tidak cukup bagus untuk bekerja. Inilah yang aku targetkan, apalagi ditambah dengan kemampuan khusus serta nilai akhirku yang memuaskan, bisa dibilang tak ada perusahaan yang akan menolakku nantinya.

Memiliki darah tionghoa, pernah belajar bahasa mandarin saat SMA, ahli dalam bidang marketing. Melihat dari beberapa latar belakangku, kurasa tak ada hal yang tidak mendukungku untuk belajar bahasa para pemimpin pasaran, bahasa mandarin. Aku pun segera mencari tempat les mandarin murah yang terdekat dari rumahku demi menghemat uang. Program intensif aku ambil agar aku dapat segera bekerja.

Hanya berselang dua bulan dari les itu, aku sudah bisa berbahasa mandarin dengan cukup lancar, walaupun sedikit kikuk dalam berbicara, kini aku telah siap utuk melamar pekerjaan. Seperti yang aku perkirakan sebelumnya, sebuah perusahaan gadget ternama menerimaku tanpa syarat sebagai bagian tim uji kualitas produk sekaligus seba. Walau begitu, beberapa percobaan kerja bagi pegawai baru tetap harus ku jalani, tapi memang beruntungnya diriku, aku lulus dalam percobaan itu.

Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja-itulah yang pertama kali ku lakukan saat aku diterima di perusahaan ini. Berkenalan dengan kerja juga termasuk dalam fase itu, dan memang pegawai disini orangnya sangat ramah, namun ada satu orang yang menjadi perhatianku selama disini, orang itu sangatlah giat, ia selalu datang pertama dan pulang terakhir, selalu berada di ruangannya untuk mengerjakan tugasnya, tak pernah keluar saat makan siang, ia tetap berada di ruangannya bekerja sambil sesekali memasukkan sendok berisi makanan bekal ibunda kesayangannya.

Tak ingin terus-terusan berada dalam rasa penasaran aku berusaha memberanikan diri masuk ke dalam ruang kerja orang itu. Rasa penasaranku berubah menjadi rasa kaget setelah berada di ruangan itu, tidak disangka, dan tidak dikira, rupanya ia adalah teman SMA ku yang dulu sangat kubenci, dan kini ia menjadi teman kerjaku, bahkan bisa dibilang atasanku. Pikirku pun melayang mengingat bagaimana rupa anak itu saat ia masih SMA, begitu polos dan innocent, tapi kini ia dengan kulit putih mulus, tinggi, berisi, dan dengan rambut yang trendy, benar-benar memutar balikkan dengan kata-kata yang sering kuucapkan untuk menyindirnya. Sekarang dia benar-benar beda, dan aku benar-benar salut akan dirinya.

Tresna marga kulina” itu yang sering dikatakan orang jawa kepada seseorang yang cint karena sering bertemu, entah hal itu berlaku padaku atau tidak aku tidak tahu, yang jelas kini dia benar-benar begitu hebat dimataku.

Lima tahun berlalu sejak aku bertemu dengan orang hebat itu, kini ia adalah suamiku setelah ia berubah haluan hidup. Kamipun dikaruniai dua orang anak laki yang sangat mirip dengan bapak dan ibunya.


#2 Illuminati stories. Annisa Mulia Sabrina.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "#2 Bab5"

Posting Komentar